Senin, 23 Mei 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

3 Tahun Khofifah-Emil, Akademisi Unair Beri Pujian soal Reformasi Birokrasi

Berita Terkait

FGD UNAIR: Akademisi Unair gelar diskusi bahas tiga tahun kepemimpinan Khofifah-Emil. | Foto: Barometerjatim.com/IST
FGD UNAIR: Akademisi Unair gelar diskusi bahas tiga tahun kepemimpinan Khofifah-Emil. | Foto: Barometerjatim.com/IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sejumlah akademisi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menggelar Focus Group Discussion (FGD) di momen tiga tahun Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak memimpin Jatim, Kamis (17/2/2022).

Diskusi yang digelar di Ruang Adi Sukadana FISIP Unair Surabaya tersebut dihadiri sejumlah akademisi senior, yakni Profesor Dr Bagong Suyanto, Prof Dr Jusuf Irianto, Dekan FH Unair Iman Prihandono, Airlangga Pribadi Kusman, dan Dr Suko Widodo.

Sejumlah tokoh dari instansi vertikal juga dihadirkan secara virual, yakni Kepala Kanreg BKN II Surabaya Heru Purwaka, serta Deputi Bidang Kebijakan Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara di Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Dr Muhammad Taufiq.

Prof Bagong menuturkan, banyak data yang dibahas dalam FGD, di antaranya tentang cara-cara dan terobosan Gubernur Khofifah dan Wagub Emil dalam menjalankan reformasi birokrasi.

“Dan terbukti Khofifah-Emil memberi ruang yang lebar pada jajarannya di bawah untuk berkreasi dan berinovasi,” katanya.

Buktinya, kata Prof Bagong, banyak prestasi yang didapatkan Jatim selama tiga tahun belakangan dan tersebar di banyak sektor dan bidang. Seperti di bidang peternakan produksi susu sapi Jatim tertinggi secara nasional, begitu juga dengan jumlah sapi potongnya.

Kemudian, Jatim juga menjadi provinsi yang paling banyak menurunkan angka kemiskinan dibandingingkan daerah lain secara nasional. Sepanjang periode Maret hingga September 2021, penurunan angka kemiskinan Jatim mencapai 313,13 ribu jiwa meski dalam kondisi pandemi Covid-19.

Selain itu di bidang pemberdayaan UMKM, Jatim juga mejadi provinsi yang menyalurkan kredit tertinggi secara nasional dalam tiga tahun berturut-turut. Pada 2019 di angka Rp 159,9 trilliun, 2020 di angka Rp 159,5 trilliun, dan 2021 di angka Rp 180,1 trilliun.

Kemudian di bidang pertanian, produksi padi Jatim juga menjadi yang tertinggi dengan mampu menghasilkan 9,90 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) pada 2021.

Tak ketinggalan, prestasi Jatim yang berhasil ditorehkan meski masih berada di situasi pandemi Covid-19, yakni realisasi pendapatan APBD 2021 menempati peringkat pertama nasional mencapai 103,97 persen.

“Kalau dilihat dari juara dan prestasi-prestasi yang ada, itu tersebar di banyak sektor dan OPD. Itu membuktikan program yang dijalankan Khofifah-Emil tidak sentralistik dan bukan program yang hanya di sosok gubernurnya, tapi berbentuk nukleus-nukleus kecil,” katanya.

Orkestrasi yang Harmoni

Hal senada disampaikan Prof Dr Jusuf Irianto. Guru Besar bidang Manajemen Sumber Daya Manusia Universitas Airlangga itu menegaskan, deretan prestasi yang ditorehkan Jatim di bawah kepimpinnan Khofifah-Emil adalah bentuk keberhasilan reformasi birokrasi.

“Sebab prestasi itu tidak akan teraih tanpa ada peningkatakan kompetensi staf, tanpa managemen pemerintahan yang baik, dan juga komunikasi atau direct komando yang baik dari pimpinann. Dan itu berhasil dilakukan dalam tiga tahun Khofifah-Emil,” tegasnya.

Dekan FH Unair, Iman Prihandono menyebut Khofifah mampu mewujudkan orkestrasi yang harmoni di Jatim. Dia terutama menyoroti tiga hal dalam tiga tahun Khofifah-Emil.

Pertama dalam kaitannya konflik masyarakat, menurutnya dalam tiga tahun ini Khofifah-Emil mampu menjaga suasana yang kondusif di Jatim. Lalu kaitannya soal perlindungan buruh, serta berhasil memformulasikan UMK yang tepat sehingga iklim usaha bisa dijaga tapi kesempatan kerja tidak berkurang.

Sementara itu Deputi Bidang Kebijakan Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara di LAN RI, Dr Muhammad Taufiq menambahkan tentang PR serta tantangan yang dihadapi Khofifah-Emil dalam menyelesaikan amanahnya dua tahun ke depan.

“Tantangan ke depan adalah digitalisasi. Ibu Gubernur harus merubah cara-cara kerja konvensional ke arah digitalisasi. Cara kerja yang berubah akan juga mengubah cara melayani. Yang harus disiapkan adalah tentang mindest, harus bisa menjalankan sistem teamwork dan harus didukung dengan kompetensi yang memadai,” tuturnya.

» Baca berita terkait Pemprov Jatim. Baca juga tulisan terukur lainnya Abdillah HR.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -