2024! Golkar Jatim: Jangan-jangan Khofifah Nyalon Presiden

RAPIMDA GOLKAR: Sarmuji (kanan) dan Doli Kurnia usai Rapimda DPD Partai Golkar Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
RAPIMDA GOLKAR: Sarmuji (kanan) dan Doli Kurnia usai Rapimda DPD Partai Golkar Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) DPD Partai Golkar Jatim di Hotal Singgasana, Surabaya, Kamis (1/4/2021), hanya mengeluarkan satu rekomendasi: Meminta kesediaan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto dideklarasikan sebagai calon presiden di 2024.

Namun dalam pandangan umum, semua DPD tingkat II (kabupaten/kota) juga mendorong Ketua DPD Partai Golkar Jatim, Muhammad Sarmuji untuk maju sebagai calon gubernur Jatim di 2024.

Bersediakah Sarmuji? “Tadi kalau nuruti pandangan umum, semua (menginginkannya nyagub di 2024). Tapi ya kita tahu Bu Khofifah (Indar Parawansa, Gubernur Jatim) masih menjabat, dan Bu Khofifah bersama kita selama ini baik-baik saja,” katanya.

“Masih ada Bu Khofifah, tenang saja. Bu Khofifah masih kuat dan kita back-up Bu Khofifah. Kita back-up kepemimpinannya sampai selesai, kita masih nyaman dengan Bu Khofifah. Jadi tidak ada pikiran menyalonkan diri sebagai gubernur sampai saat ini,” sambungnya.

Sarmuji juga enggan menjawab, saat ditanya kesiapannya menggantikan Emil Elestianto Dardak sebagai calon Wagub Jatim jika di 2024 Khofifah tak lagi bersama mantan bupati Trenggalek tersebut.

“Belanda masih jauh, kita konsentrasi menang Pemilu dan Pileg. Pilkada itu setelah Pileg dan Pilpres, kita betul-betul ingin konsentrasi pemenangan Pileg dan Pilpres. Apalagi Bu Khofifah saya yakin popularitas, elektabilitasnya masih sangat terjaga,” katanya.

Tegasnya menolak dorongan DPD II untuk maju di Pilgub Jatim 2024? “Pokoknya ada Bu Khofifah, kita back-up Bu Khofifah,” kata Sarmuji yang juga ketua umum Pengurus Pusat (PP) Keluarga Alumni Universitas Jember (Kauje).

Artinya Golkar akan mendukung Khofifah lagi di Pilgub Jatim 2024? “Ya tentu kan tergantung Bu Khofifah, belum tentu mau didukung. Jangan-jangan nyalon presiden!” katanya seraya tersenyum.

Ataukah menunggu jika Khofifah naik ke Pilpres, baru menyatakan siap maju? “Itu kan masih kalau. Kalau itu enggak bisa dibahas, kan kalau. Namanya juga jika,” sergahnya.

Sementara itu Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung menuturkan, tentu saja Partai Beringin ingin mengambil peran penting di setiap even politik.

“Nah peran pentingnya apa, itu tergantung dari pembicaraan strategis dan taktis dari masing-masing provinsi,” ujarnya.

» Baca Berita Terkait Golkar Jatim