2021, Status Jalan Sukodadi-Paciran Bakal Diprovinsikan

STATUS JALAN: Gatot Sulistyo Hadi, jalan Sukodadi-Paciran bakal diprovinsikan. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
STATUS JALAN: Gatot Sulistyo Hadi, jalan Sukodadi-Paciran bakal diprovinsikan. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Setiap lima tahun sekali, perubahan status jalan dilakukan. Bisa dari jalan kabupaten ke provinsi, provinsi ke nasional atau sebaliknya, karena kebutuhan dan kemampuan keuangan daerah juga mengalami perubahan.

Terakhir, perubahan status jalan di Jatim dilakukan pada 15 Februari 2016. Artinya, Februari 2021 akan dilakukan kembali perubahan status untuk sejumlah jalan.

“Bukan ganti ya, tapi berubah. Ada penambahan atau pengurangan di ruas-ruas itu. Nah, sebelum ada perubahan jalan provinsi, nasional mendahului, berarti di akhir 2020,” terang Kepala Dinas PU Bina Marga Jatim, Gatot Sulistyo Hadi di Surabaya, Minggu (5/1/2020).

Salah satu jalan yang statusnya akan diprovinsikan pada 2021, menurut Gatot, yakni jalur Sukodadi-Paciran di Kabupaten Lamongan sepanjang 30 kilometer.

“Itu jalan kabupaten, rencananya 2021 mau diprovinsikan. Sebenarnya 2023 tidak masalah, tapi kebutuhan daerah sudah beda, kemampuan keuangan daerah sudah beda. Sekarang ini ditangani kabupaten, medet (terlalu berat),” katanya.

Selama ini, papar Gatot, provinsi hanya support anggaran lewat bantuan keuangan (BK) hibah yang dikelola pihak Lamongan atas permintaan Pemkab ke gubernur.

Tapi jika tahun depan statusnya berubah menjadi jalan provinsi, maka Pemprov akan lebih leluasa melakukan perbaikan. “Tapi kalau sekarang saya memberanikan diri untuk memperbaikai jalan kabupaten, ya bisa disemprit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan),” katanya.

Soal mengapa jalan Sokodadi-Paciran mau diprovinsikan, menurut Gatot, karena jalur tersebut menjadi penopang dua jalan nasional, yakni jalur Babat-Lamongan dan Jalan Daendels di Lamongan utara.

“Di samping itu agar angkutan-angkutan (kendaraan berat) tidak berputar ke Gresik atau Tuban. Sudah mahal biayanya, tapi jalannya kadang enggak kuat dilewati truk besar,” katanya.

“Jadi ini untuk  memperlancar arus distribusi barang yang akan dijual ke luar pulau. Pelabuhannya kan ada, seperti TPI (Tempat Pelelangan Ikan) di Brondong itu, tapi selama ini angkutannya berputar lewat Tuban atau Gresik,” imbuhnya.

» Baca Berita Terkait Dinas PU Bina Marga Jatim