Rabu, 25 Mei 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

2 Rumah Sakit Mewah Enggan Gabung UHC, DPRD Surabaya Geram: Jangan Beri Izin!

Berita Terkait

BEROBAT GRATIS: Baktiono, kerja sama RS dengan BPJS Kesehatan untuk dukung program berobat gratis. | Foto: IST
BEROBAT GRATIS: Baktiono, kerja sama RS dengan BPJS Kesehatan untuk dukung program berobat gratis. | Foto: IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Pansus LKPJ Wali Kota Surabaya Tahun Anggaran (TA) 2021, mengumpulkan 17 rumah sakit di Surabaya yang belum bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, Rabu (13/4/2022).

Ketua Pansus LKPJ Wali Kota Surabaya TA 2021, Baktiono mengatakan, kerja sama rumah sakit dengan BPJS Kesehatan ini sangat penting untuk mendukung program berobat gratis dengan hanya menunjukkan KTP atau KK dan menjadi program Wali Kota Surabaya sebagai bagian dari Universal Health Coverage (UHC).

Dari 17 rumah sakit yang belum bekerja sama tersebut, terang Baktiono, delapan di antaranya sudah memenuhi syarat pertama karena berstatus rumah sakit umum.

“Sedangkan sisanya merupakan rumah sakit khusus yang memang penanganan terhadap pasien tidak ditanggung oleh JKN,” katanya.

Namun legislator asal Fraksi PDIP yang juga Ketua Komisi C tersebut mengungkap, dari delapan rumah sakit tersebut, dua  di antaranya enggan bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

“Hanya dua rumah sakit umum yang belum bersedia, yaitu Rumah Sakit Mitra Keluarga dan Rumah Sakit National Hospital dengan berbagai alasan internal. Padahal kedua rumah sakit ini sudah terakreditasi dan memenuhi syarat,” jelasnya.

Baktiono menegaskan, pihaknya memberikan rekomendasi batas waktu sampai satu bulan kepada dua rumah sakit mewah tersebut untuk menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

“Kalau sampai batas waktu satu bulan tidak bekerja sama, artinya rumah sakit ini mengeksklusifkan sendiri, mencari keuntungan saja, tidak memenuhi aspek sosial,” katanya.

“Kita minta Dinkes (Dinas Kesehatan) Surabaya tidak mengeluarkan rekomendasi izin, karena izin ini dari pemerintah provinsi,” geram Baktiono.

Baktiono menandaskan, Pansus LKPJ Wali Kota Surabaya TA 2021 sudah menuntaskan tugasnya, terutama dari sektor kesehatan.

“Karena program kampanye Eri-Armuji yang berobat hanya menunjukkan KTP belum berjalan maksimal. Karenanya hari ini kita tuntaskan,” pungkasnya.

» Baca berita terkait DPRD Surabaya. Baca juga tulisan terukur lainnya Moch Andriansyah.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -