1984, Ustadz Ja’far Pelantun Surat Al Mulk di Muktamar NU

DUKA JAMAAH: Jamaah di atas panggung berusaha menolong Ustadz Ja’far. Namun Ustadz Ja’far akhirnya dinyatakan meninggal dunia. | Foto: Barometerjatim.com/RADITYA DP

SURABAYA, Barometerjatim.com – 1984, Muktamar ke-27 Nahdlatul Ulama (NU) digelar Situbondo. Forum tertinggi warga NU tersebut menarik perhatian karena melahirkan sejumlah keputusan penting. Selain, secara jamiyah, memutuskan kembali ke Khittah 1926 juga mempertegas Pancasila dan NKRI harga mati.

Tak kalah menarik perhatian, seorang qori’ muda bernama Ja’far Abdul Rachman begitu merdu dalam melantunkan ayat suci Al Qur’an. Terlebih menunjukkannya di Muktamar, ajang para kiai sepuh, santri dan intelektual NU berkumpul. Pujian pun menggalir deras ke Ja’far.

Surat yang dipilih Ja’far yakni Al Mulk. Surat ini menerangkan bagaimana Allah Swt menciptakan kematian dan kehidupan dan supaya hamba-Nya bisa melakukan sesuatu untuk mendapatkan amal sebaik-baiknya.

• Baca: Kejadian Langka, Qori’ Meninggal saat Baca Al Qur’an

33 tahun berselang, di tempat berbeda, saat ditunjuk menjadi qori’ pada Peringatan Haul Almarhumin Keluarga Menteri Sosial yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa di kediamannya Jemursari, Surabaya, Senin (24/4), Ja’far — yang kini akrab disapa Ustadz Ja’far — melantunkan surat yang sama: Al Mulk.

Serasa seperti 33 tahun silam, suaranya masih terdengar begitu tinggi dan merdu. Namun saat membaca ayat ketiga, tiba-tiba suaranya mengecil, tubuhnya sempat goyah sambil tetap memegang Al Qur’an, lalu dinyatakan meninggal dunia. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

“Ustadz Ja’far ini yang membacakan Al Qur’an pada Muktamar NU di Situbondo tahun 1984,” kata Khofifah, menceritakan perbincangannya dengan ketua PC Muslimat NU Situbondo di sela mendengarkan Ustadz Ja’far melantunkan Al Qur’an.

• Baca: Inilah Kesaksian Khofifah Sebelum Ustadz Ja’far Wafat

“Ibu yang ketua Situbondo masih ingat, bahwa pada saat itu yang dibaca surat Al Mulk, namun beliau tak tahu bahwa yang membaca itu Ustadz Ja’far. Saya bilang: Itu tetangga gang sebelah saya. Beliau juga agak surprise karena tahun 1984 ayat sama yang dibacakan, surat Al Mulk juga. Mudah-mudahan beliau khusnul khotimah.”

Khofifah menambahkan, dirinya cukup mengenal Ustadz Ja’far karena bertetangga sejak kecil. “Yang saya tahu memang beliau ahli Al Qur’an dan wafat saat membaca Al Qur’an,” tuntasnya.