19 ASN Pemprov Jatim Positif Corona, 70.667 Belum Dites

CORONA DI PEMPROV JATIM: Nurkholis, 19 ASN di lingkungan Pemprov Jatim positif Corona. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
CORONA DI PEMPROV JATIM: Nurkholis, 19 ASN di lingkungan Pemprov Jatim positif Corona. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Rapid dan swab test makin digencarkan terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jatim. Hasil sementara: 19 orang positif terjangkit Corona (Covid-19).

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim, Nurkholis merinci, di lingkungan Pemprov Jatim terdapat 55 OPD termasuk biro dengan jumlah ASN per Mei 2020 sebanyak 77.953 pegawai.

Dari 55 OPD, 35 di antaranya (63 persen) sudah melakukan rapid test terhadap 7.286 pegawai atau baru 9,35 persen per 23 Juni 2020, sementara 70.667 (90,65 persen) lainnya belum di-rapid test.

“Yang reaktif 218 orang,” kata Nurkholis usai menghadiri halal bi halal virtual bersama 60 ribu ASN dan jajaran BUMD Pemprov Jatim dari Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jatim, Selasa (23/6/2020).

Mereka yang reaktif kemudian dilanjut dengan swab tapi baru 174 pegawai, hasilnya 19 positif dan 38 negatif, sedangkan 125 masih menunggu hasil. “Artinya yang belum swab 49 orang (dari 218 reaktif),” jelas Nurkholis.

Sebelumnya, saat memberikan taushiyah di acara halal bi halal tersebut, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta para kepala OPD untuk menggencarkan rapid test di instansi masing-masing.

“Tolong rapid test, yang belum pastikan. Kalau reaktif pastikan di-swab. Ini harus kita lakukan, jangan ditutup-tutupi, jangan disembunyikan seluruh OPD,” pintanya.

Mantan Menteri Sosial itu bahkan meminta proteksi dengan memberikan prioritas layanan bagi ASN yang reaktif agar cepat di-swab, dan kalau positif cepat mendapatkan treatment.

Selain itu, Khofifah juga meminta para kepala OPD, pimpinan UPT atau kepala sekolah, jangan ada yang menstigma jikalau ada anggota, staf, tetangga dan seterusnya bahwa terpapar Covid-19 itu aib atau tabu.

“Jadi ndak usah khawatir kalau rapid test (hasilnya) reaktif, malu. Apanya yang malu? Tidak ada yang tabu, tidak ada aib di dalam Covid-19,” tandasnya.

GENCAR RAPID TEST: Baru 9,35 persen pegawai Pemprov Jatim jalani rapid test. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
GENCAR RAPID TEST: Baru 9,35 persen pegawai Pemprov Jatim jalani rapid test. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

» Baca Berita Terkait Wabah Corona