18 Tahun ‘Mati Suri’, Terminal Kedung Cowek Beralih Fungsi?

MATI SURI: Terminal Kedung Cowek, dari tahun ke tahun kondisinya semakin sepi. Kini beralih fungsi menampung PKL? | Barometerjatim.com/ WIRA HARLIJADI
MATI SURI: Terminal Kedung Cowek, dari tahun ke tahun kondisinya semakin sepi. Kini beralih fungsi jadi penampungan PKL? | Barometerjatim.com/ WIRA HARLIJADI

SURABAYA, Barometerjatim.com – Upaya Pemkot Surabaya mengoperasikan Terminal Kedung Cowek belum sepenuhnya berhasil. Kabar terbaru, fasilitas milik Pemkot itu malah mulai ‘beralih fungsi’ untuk menampung Pedagang Kaki Lima (PKL) Suramadu sisi timur Surabaya pasca penertiban.

Padahal, terminal tersebut sedianya menjadi lokasi baru untuk menampung angkutan umum di Sub Terminal Kenjeran yang selama ini menyewa lahan seluas 780 meter persegi milik TNI AL.

Ya, sejak pembangunanya rampung pada 2010, terminal seluas 7.000 meter persegi itu hingga kini masih terlihat sepi, bahkan terkesan mati suri.

• Baca: Kasus Korupsi RPH Surabaya, Kejari Belum Jerat Tersangka

Pemkot sebenarnya sudah berupaya mengaktifkan lokasi tersebut untuk kendaraan angkutan umum. Namun para supir angkot menilai lokasinya kurang strategis, sehingga selama 18 tahun kondisinya mangkrak.

Meski demikian, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, Irvan Wahyudrajad menolak kalau terminal Kedung Cowek disebut mati suri.

“Ya karena pembangunan kawasan kaki Suramadu belum terlaksana semua sesuai rencana,” katanya ketika dikonfirmasi wartawan via pesan elektroniknya, Rabu (2/5).

• Baca: Duh! Ketua DPRD Surabaya dan Kasatpol PP Nyaris Adu Jotos

Sementara terkait pemindahan PKL di kawasan Terminal Kedung Cowek menurutnya hanya bersifat sementara, sambil menunggu penataan.

Irvan menambahkan, saat ini kondisi terminal tetap beroperasi, meski hanya beberapa armada angkutan saja dan sifatnya tidak berhenti (ngetem).

Terminal yang dibangun dengan anggaran APBD 2010 sebesar Rp 1,5 miliar tersebut juga difungsikan sebagai park and ride. Bahkan, tambah Irvan, hampir sepertiga lahan terminal difungsikan sebagai lokasi parkir.

Cara lain yang diharapkan menunjang pengaktifan Terminal Kedung Cowek, tandas Irvan, yakni pembangunan fasilitas pendidikan SD dan SMP yang berada sekitar 20 meter di sebelah bangunan terminal.

“Tinggal tunggu peresmiannya saja, nanti akan berkesinambungan,’’ pungkasnya.