11 Pengusaha Muda Jatim Tingkatkan Kerjasama RI-Jepang

TINGKATKAN KERJASAMA: JCI Jawa Timur saat menghadiri Asia Pasific Conference JCI di Kota Kagoshima, Jepang, 24-27 Mei. | Foto: Ist
TINGKATKAN KERJASAMA: JCI Jawa Timur saat menghadiri Asia Pasific Conference JCI di Kota Kagoshima, Jepang, 24-27 Mei. | Foto: Ist

SURABAYA, Barometerjatim.com – Junior Chamber International (JCI) Indonesia dan Jepang berinisiatif meningkatkan kerjasama di level kelembagaan dan individual  (person to person) melalui program pertukaran kebudayaan antara pemuda Indonesia dan Jepang.

Sejumlah anggota JCI dari Jawa Timur (East Java) pun melakukan kunjungan kenegaraan mulai 24 Mei hingga 1 Juni 2018. Upaya ini dalam rangka memperingati kerjasama antara pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Jepang ke-60.

Dalam kunjungan kenegaraan ke Jepang, JCI Jawa Timur di antaranya mengikuti Asia Pasific Conference JCI di Kota Kagoshima, 24-27 Mei, yang dihadiri lebih dari 8.000 orang perwakilan JCI dari masing-masing negara di Kawasan Asia Pasifik dan benua lainnya.

• Baca: Paduan Busana Muslim Warnai Surabaya Fashion Parade 2018

Dari Kota Kagoshima, mereka juga menghadiri rangkaian kegiatan di Kota Akita, Jepang. “Delegasi JCI East Java berjumlah 11 orang, semua pemuda-pemuda berbakat dan memiliki keahlian di bidang masing-masing,” terang National Secretary General JCI, Felix Soesanto, Selasa (5/6).

Dalam program ini, tutur Felix, JCI Jepang khusus mengundang perwakilan pemuda, pengusaha dan profesional untuk datang ke Jepang dan mengikuti program cultur exchange serta bisnis matching & networking.

“Pada event ini akan dihadiri juga pemerintah setempat, pengurus dan anggota JCI Jepang, serta perwakilan pemuda, entrepreneur dan profesional muda Jepang,” jelas Felix yang juga Wakil Bendahara Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Timur tersebut.

Manfaat dan Kesamaan

KUNJUNGI KOTA AKITA: Salah seorang delegasi JCI East Java saat mengunjungi Kota Akita, Jepang. | Foto: Ist
KUNJUNGI KOTA AKITA: Salah seorang delegasi JCI East Java saat mengunjungi Kota Akita, Jepang. | Foto: Ist

Sementara Cici Esti Nalurani, salah seorang delegasi JCI East Java menceritakan manfaat dan pengalamannya mengikuti Asia Pasific Conference JCI di Jepang tersebut.

Dia mengaku semakin memahami bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat menjadi perhatian dunia. Apalagi dengan Jepang, dimana antara Indonesia dan Jepang banyak memiliki kesamaan baik soal makanan, jajanan, maupun sopan santunnya.

Cici menambahkan, di Kota Akita misalnya, delegasi mendapat informasi dari JCI Japan yang concern dengan berkurangnya secara drastis para penduduk usia produktif,  karena lebih memilih hidup di kota dan anak muda di sana tidak ada yang mau meneruskan usaha agrikulturnya.

• Baca: Kehabisan Ongkos Saat Pelesir ke Jatim? Ini Solusinya

“Padahal Akita itu daerah penghasil beras tertinggi nomor 3 di Jepang. Hampir mirip dengan Jawa Timur, penghasil beras tertinggi, maka informasi seperti di Akita bisa saja terjadi di Jawa Timur jika tidak segera kita antisipasi sejak dini,” cerita Cici.

Selain mendapatkan banyak informasi antarnegara, owner PT DABN itu juga sempat ngobrol dengan Endo LP Akita dan pemilik hypermarket terbesar di Akita, Ryu Fuji.

“Dari pertemuan tersebut, kami berpikir JCI bisa masuk lewat pendidikan entrepreneurship dan agrikultur yang dipadukan dengan industri pariwisata bisa dikembangkan di Jawa Timur ke depan,” pungkasnya.

• Baca: Tangis Jawa Timur: Setahun Diterjang 382 Bencana Alam

Sekadara tahu, JCI merupakan mitra kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berdiri sejak 103 tahun silam dan menjadi organisasi kepemudaan tertua di dunia.

Setiap tahun JCI mengadakan Asia Pasific Conference untuk kawasan Asia-Pasific. Di Indonesia, JCI sudah dikenalkan sejak 46 tahun silam dan JCI East Java sendiri telah berafiliasi sejak 2015.