Sabtu, 21 Mei 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

1.229 UMKM di Surabaya Kantongi NIB, Eri Cahyadi: Saya Harap Semuanya, 62 Ribu!

Berita Terkait

BIAR NAIK KELAS: Pemkot Surabaya gencar sosialisasi NIB untuk UMKM. | Foto: Barometerjatim/IST
BIAR NAIK KELAS: Pemkot Surabaya gencar sosialisasi NIB untuk UMKM. | Foto: Barometerjatim/IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Ribuan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Surabaya sudah mengantongi izin usaha berupa Nomor Induk Berusaha (NIB). Ini setelah Pemkot gencar melakukan sosialisasi serta pendampingan untuk memfasilitasi UMKM.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi meminta camat dan lurah di 31 kecamatan agar membantu UMKM di masing-masing wilayah dalam mengurus NIB. Dia menargetkan, total 62 ribu UMKM yang terdata di kelurahan seluruhnya dapat segera mengantongi NIB.

“Saya berharap dari 62 ribu UMKM yang terdata di kelurahan itu semuanya ber-NIB. Karena apa, setelah semuanya NIB maka kita bisa tahu ini bergerak di bidang apa. Setelah itu kita lakukan intervensi,” katanya usai acara Sosialisasi Perizinan Berusaha NIB untuk UMKM Kota Surabaya di Balai Kota, Senin (7/2/2022).

Eri menyatakan, ketika pelaku UMKM telah mengantongi NIB, maka Pemkot akan lebih mudah melakukan intervensi karena sudah terdata. Salah satunya yakni mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) membeli produk UMKM, termasuk pula ketika Pemkot mengadakan program-program padat karya.

“Maka di Februari ini apapun yang kita beli itu harus melalui UMKM. Termasuk para pekerja, kita lakukan dengan padat karya. Seperti toko ATK (Alat Tulis Kantor), setelah itu pekerjaan yang di kelurahan, di kampung-kampung yang kecil-kecil itu dilakukan dengan padat karya,” jelasnya.

Tak sekadar sosialisasi, dalam acara ini Pemkot Surabaya juga memfasilitasi para pelaku UMKM dalam mengurus NIB. Bahkan, camat dan lurah dihadirkan untuk mendampingi masing-masing warganya dalam mengurus izin usaha tersebut.

“Karena kalau sudah ada NIB, kita bisa intervensi. Ketika teman-teman (UMKM) cari modal juga mudah, tambahan MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah), dia akan mudah. Kalau sekarang kan tanpa itu (NIB) sulit melakukan peminjaman,” terang Eri.

Lima Kategori Besar

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopumgdag) Kota Surabaya, Fauzie Mustaqiem Yos menerangkan, dari total 62 ribu UMKM yang terdata di kelurahan, 1.229 di antaranya sudah ber-NIB. Ribuan UMKM itu terdiri dari toko kelontong, handycraft, makanan-minuman (mamin), jasa, dan fashion.

“Jadi ada lima kategori besar dari teman-teman UMKM yang memiliki NIB. Tadi yang paling banyak kategorinya adalah mamin dan toko kelontong,” kata Yos, panggilan lekatnya.

Pihaknya juga bakal terus gencar melakukan sosialisasi izin usaha NIB, khususnya kepada pelaku UMKM. Apalagi dengan memiliki NIB, UMKM bisa lebih naik kelas, kualitas usaha dapat meningkat dan bahkan lebih mudah mendapatkan tambahan modal usaha.

“Ini sebagai langkah awal kami dari Pemkot menyosialisasikan NIB ke pelaku UMKM. Nah, nanti di bulan berikutnya kita adakan lagi. Bahkan, biar lebih menyentuh masyarakat, kita adakan di kecamatan hingga balai-balai RW,” katanya.

Nadia Oktavia Ananda, satu di antara warga Surabaya yang hadir dalam kegiatan sosialisasi izin usaha NIB tersebut, menyatakan ingin memiliki NIB supaya toko kelontongnya bisa naik kelas.

“Biar resmi juga toko kelontongnya. Manfaatnya juga supaya dapat bantuan itu lebih mudah. Tadi juga didampingi petugas waktu urus NIB, tidak sampai 20 menit selesai,” katanya.

» Baca berita terkait UMKM. Baca juga tulisan terukur lainnya Moch Andriansyah.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -